KEGIATAN PELATIHAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA RT/RW

Pemerintah Desa Kebonmanggu, Selasa (08/05/2018,) menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis administrasi bagi Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) se-Desa Kebonmanggu yang dilaksanakan di aula kantor desa, dihadiri staf desa dan 54 peserta terdiri dari 14 Ketua RW dan 40 Ketua RT. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Desa Kebonmanggu dalam rangka meningkatkan kapasitas lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintah desa dalam membantu pelaksanaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Acara dimoderasi oleh Kasi Kesra, Warno rustandi. Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Kebonmanggu, RASNITA D.  Dalam sambutannya ia menuturkan bahwa pembinaan RT dan RW biasa dilakukan melalui Rapat Minggon, namun kali ini pemdes menyediakan waktu lebih melalui fasilitasi peningkatan kapasitas RT dan RW dalam rangka peningkatan kinerja yang lebih baik. Ia juga menuturkan bahwa RW dan RT sebagai lembaga kemasyarakatan desa mempunyai tugas melakukan pemberdayaan masyarakat desa, ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, dan meningkatkan pelayanan masyarakat desa. Pada kesempatan itu hadir pula BABINKANTIBNAS, BRIPKA Jemi Apriyana, menyampaikan pentingnya administrasi yang tertib, baik dan benar. “Tanpa administrasi dan tanpa proses yang dibuat oleh desa, anggaran dana desa tidak akan keluar. Ketika kita sudah berbuat baik tapi administrasi tidak benar akan berdampak buruk, sehingga administrasi harus tertib dan benar. Jangan sampai karena cacat administrasi terjerat masalah hukum,” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan kegiatan pokok. Narasumber, Erry Erstanto Y.S.IP ( Camat Gunungguruh ) mengawali pemaparan ia menghimbau agar para peserta pelatihan mengikuti kegiatan dengan baik supaya menghasilkan data yang akurat. “Data-data pribadi maupun keluarga ada sebagian yang salah terutama terutama dalam KK dan KTP. Untuk itu kami mohon supaya data kependudukan penduduknya supaya bisa diperbaiki disesuaikan dengan identitas diri masing-masing,” tuturnya. Menurutnya kalau salah data identitas mungkin akan bermasalah dalam mendapatkan layanan seperti Jamkesmas, BPJS maupun Kartu Indonesia Sehat. “Mengurus apapun tidak akan bermasalah jika didukung dengan data yang benar dan akurat”, imbuhnya. Dan ia menghimbau agar melakukan pendekatan kepada warga masyarakat dikarenakan saat ini sering timbul masalah di masyarakat terutama kenakalan remaja.

Menutup kegiatan, moderator acara, Warno Rustandi, menyimpulkan bahwa “jabatan adalah amanah, baik dari pimpinan maupun dari rakyat. Para ketua RT dan RW seyogianya dapat menyampaikan informasi dari pimpinan kepada masyarakat maupun sebaliknya.” Selanjutnya ia menyatakan “Ketika bicara data, itu adalah sesuatu yang pasti bukan bicara soal ‘mungkin’. Mari kita semua terus meneriakkan yel bahwa kita masih butuh ilmu’, kita masih butuh pengetahuan.”

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan