Kebonmanggu, 15 November 2024 – Tim Asistensi Kecamatan Gunungguruh melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan pembangunan fisik Dana Desa Tahun Anggaran 2024 di Desa Kebonmanggu. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan dan pembinaan rutin guna memastikan pembangunan desa berjalan sesuai rencana dan standar yang telah ditetapkan.
Tim Monev dipimpin langsung oleh Camat Gunungguruh, Kusyana, didampingi oleh Sekretaris Kecamatan, Kasi Binwas, Kasi Pemerintahan, dan Kasi PMD Kecamatan Gunungguruh. Turut hadir pula perwakilan BPD Desa Kebonmanggu serta unsur pelaksana pembangunan desa yaitu TPK Desa Kebonmanggu.
Adapun lokasi pembangunan yang ditinjau oleh tim meliputi berbagai titik strategis di wilayah Desa Kebonmanggu, yaitu:
Rabat Beton Jalan Desa Kp. Cikaret Dusun Pasirmalang
Rabat Beton Jalan Desa Kp. Padaraang
Rabat Beton Jalan Lingkungan Kp. Muara RT 001/005
Rabat Beton Jalan Lingkungan Kp. Padaraang RT 002/013
Rabat Beton Jalan Lingkungan Kp. Padaraang RT 002,003/011
Rabat Beton Jalan Lingkungan Kp. Cipeundeuy RT 002/010 (Tongsol)
Rabat Beton Jalan Lingkungan Kp. Cipeundeuy RT 002/008
Pembangunan Sumur Bor Kp. Pasirbadak RT 001/004
Pembangunan Sumur Bor Kp. Cipeusing RT 002/002
Pembangunan TPT Irigasi Permukiman Kp. Cibeueus
Pembangunan Pos Siaga Bencana di Karangpara
Pembangunan 5 Unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di lima dusun
Dalam kesempatan tersebut, Kasi Binwas, Dulyani, menegaskan pentingnya menjaga kualitas hasil pembangunan agar sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun. “Pembangunan fisik bukan hanya soal selesai dibangun, tapi bagaimana kualitasnya bisa dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi PMD, Anwari, menekankan pentingnya ketertiban dalam hal administrasi pelaporan oleh TPK. “Administrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan. Setiap kegiatan fisik harus didukung dengan laporan yang rapi dan lengkap sebagai bentuk pertanggungjawaban,” ujarnya.
Kepala Desa Kebonmanggu dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar seluruh hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat dijaga dan dirawat bersama oleh warga masyarakat. “Apa yang sudah dibangun ini milik bersama, maka harus kita jaga bersama. Dalam istilah Sunda, kita harus bisa ‘sabanda sariksa’, artinya memelihara dan merawat secara kolektif,” ujar beliau.
Kegiatan Monev ini tidak hanya sebagai evaluasi teknis pembangunan, tetapi juga menjadi ajang penguatan koordinasi antara pemerintah desa dan kecamatan, guna mewujudkan tata kelola Dana Desa yang akuntabel, partisipatif, dan berkelanjutan.